BULUKUMBA, -Jasinfo.id — Unit Pelaksana Teknis (UPT) SMA Negeri 19 Bulukumba bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba menggelar zikir, doa bersama, dan penggalangan donasi untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (18/9/2026).
Jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, di sekolah yang berada di ujung lorong, Kelurahan Jalanjang, Kecamatan Gantarang, ratusan siswa SMA Negeri 19 Bulukumba menunjukkan bahwa jarak bukanlah batas untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan yang berlangsung di musala lingkungan sekolah tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri atas siswa, kepala sekolah, guru dan staf, serta pimpinan dan jajaran BAZNAS Kabupaten Bulukumba.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Duha, kemudian dilanjutkan dengan literasi Al-Qur’an.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program pembiasaan keagamaan yang rutin dilaksanakan setiap Jumat di SMA Negeri 19 Bulukumba.
Kepala UPT SMA Negeri 19 Bulukumba, Dra. Hj. St. Jihadiyah Mahdy, menjelaskan bahwa kegiatan literasi Al-Qur’an setiap Jumat merupakan bagian dari pembiasaan keagamaan yang dilakukan secara rutin untuk membentuk karakter peserta didik.
Setelah salat Duha dan literasi Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh H. Bustan Kadir, salah seorang pimpinan BAZNAS Kabupaten Bulukumba, bersama Ustaz Hamza, S.Pd., yang merupakan relawan BAZNAS Tanggap Bencana.
Kegiatan yang mengusung gerakan “Zikir dan Sedekah untuk Korban Gempa NTT” tersebut menjadi momentum bagi para peserta untuk bersama-sama memanjatkan doa sekaligus menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu saudara-saudara yang tengah menghadapi musibah.
Kepedulian yang ditunjukkan para siswa dan seluruh warga sekolah mungkin sederhana, tetapi memiliki makna kemanusiaan yang besar.
Dari Bulukumba, mereka ingin menyampaikan pesan bahwa masyarakat NTT tidak sendiri dalam menghadapi musibah.
“Saudara kami di NTT, kalian tidak sendiri. Ada doa dan kepedulian yang kami kirimkan dari Bulukumba.”
Selain sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada peserta didik.
Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan kemanusiaan, para siswa diajak untuk memiliki kepekaan terhadap kondisi masyarakat yang sedang mengalami musibah serta memahami pentingnya membantu sesama tanpa memandang jarak.
Sebab, kebaikan tidak mengenal jarak. Dari ujung lorong, tumbuh kepedulian yang diharapkan dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan.
SMA Negeri 19 Bulukumba: berdzikir, berbagi, dan menyalakan harapan untuk NTT.


















