banner 728x250

banner 728x250

Bupati Luwu Hadiri Rapat Koordinasi Optimasi Sistim Pengairan Provinsi Sulawesi Selatan

banner 120x600
banner 468x60

MAKASSAR,- Jasinfo.id – Pada Hari Kamis(17 April 2025), di gelar Rapat koordinasi optimasi sistem pengairan pertanian provinsi sulawesi Selatan yang di pimpin langsung oleh gubernur sulawesi selatan,Bertempat di Aula Asta Cita Rujab Gubernur Sul-Sel.

 

banner 920x450

Andi Sudirman sulaiman menyampaikan terkait program sarana dan prasarana sitem pertanian yang menjadi kebijakan pusat dan provinsi.juga menyampaikan secara detail data terkait kondisi saluran irigasi yang ada di setiap kabupaten dan kota.

 

Bupati Luwu “H.patahudding” yang di berikan kesempatan untuk menyampaikan apa yang menjadi kendala di wilayah kabupaten luwu.

 

Izin pak gubernur kami selaku Bupati luwu ingin menyampaikan terkait bendung dan irigasi yang ada di kab.luwu yang menjadi kewenangan balai.Melalui kesempatan ini, kami sampaikan bahwa bendung yang masuk dalam kategori rusak ringan yakni :

-1.Bendung Radda kec.Belopa yang mengairi sawah sekitar kurang lebih 1000 Ha, yang mana tidak dapat berfungsi di akibatkan Banjir bandang yang melanda kabupaten luwu pada bulan mei tahun 2024 yang lalu.Kondisi bendung utuh namun Sungai yang bergeser akibat gerusan air saat banjir.

-2.Bendung noling, yang mana mengairi sekitar 11 ribu Ha lebih.Dimana terjadi kerusakan pada saluran pelimpah sehingga menjadi kekhawatiran kami bisa terjadi seperti bendung radda.

Kemudian yang menjadi kewenangan Provinsi yakni bendung Lekopini yang ada di kec Bajo barat yang juga mengalami kerusakan sehingga belum dapat di manfaatkan oleh masyarakat setempat.Sehingga besar harapan kami kepada Pihak balai dan provinsi untu memberikan perhatian kepada wilayah kabupaten luwu.ini merupakan janji politik kami kepada masyarakat utamanya di bidang pertanian demi meningkatkan kesejahteraan petani,Tutup Patahudding.

 

Hadir dalam kegiatan ini yakni Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Andi Nur Alam Syah, S.TP.M.T , Direktur Irigasi Dhani Gartina S.Kom.M.T, Direktur alsintan pra panen Dr. Fausiah T. Ladja, S.P., M.Si. Prof.DR.Ir. Fadjry Djufry. M.Si Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian

serta hadir pula perwakilan dari balai besar wilayah sungai (BBWS) Jenneberang.

 

Adapun data Daerah irigasi yang menjadi kewenangan pusat antara lain :

1.Daerah Irigasi Lamasi : luas irigasi : 11.506,0 hektar yang terbagi dalam : Kondisi baik : 7,755,0 hektar, rusak ringan/sedang : 2.209,0 hektar, rusak berat : 1,542,0 hektar.

 

2.Daerah irigasi bajo: luas irigasi 7000,0 hektar yang terbagi dalam : Kondisi baik : 4.564,0 hektar, rusak ringan/sedang : 1.064,0 hektar, rusak berat :1,372,0 hektar.

 

3.Daerah Irigasi Padang Sappa: luas irigasi 12,588,0 hektar yang terbagi dalam : Kondisi baik : 7.159,0 hektar, kondisi rusak ringan/sedang : 2.228,0, rusak berat : 3,210,0.

banner 728x90
banner 728x90
banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *