banner 728x250

banner 728x250

Dua Bulan Bayi Tidak Mendapatkan Imunisasi di Posyandu, Alasan Stok Vaksin di Puskesmas Kosong

banner 120x600
banner 468x60

KAB LUWU, Jasinfo.id – Keseriusan dan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Luwu melalui dinas kesehatan untuk menjamin kesehatan bayi patut dipertanyakan.

 

banner 920x450

Pemkab Luwu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dinilai lalai dan kurang peduli terhadap ketersedian obat vaksin.

 

Pasalnya, pelayanan imunisasi untuk bayi sehat di Posyandu dan Puskesmas Kab Luwu tidak didukung ketersediaan vaksin.

 

Dimana, jenis vaksin yang seharusnya diberikan kepada bayi ternyata kosong. Sehingga program prioritas bidang kesehatan kabupaten Luwu telah ternoda.

 

Seperti yang dikeluhkan Ketua PD IWO ( Ikatan Wartawan Online ) Luwu Raya atas nama Jumardi di Posyandu Desa Tanarigella, Kecamatan Bua saat mengikuti imunisasi, Selasa (11/3/2024).

 

 

Cucunya yang masih bayi berusia 2 bulan tidak mendapatkan Vaksin BCG karena kekosongan vaksin tersebut. Padahal sesuai aturan dari anjuran kesehatan setelah bayi umur 1 bulan, harus mendapatkan imunisasi vaksin BCG, POLIO TETES 1 dan setelah bayi 2 bulan harus mendapat vaksin DPT-HB-Hib 1, POLIO TETES 2, ROTA VIRUS dan PCV 1.

 

“Saat imunisasi bulan Februari lalu, vaksin BCG belum dapat dan dijanjikan bulan Maret ini memenuhi imunasi yang tertinggal. Ternyata bulan Maret ini vaksin ini belum juga dapat, sama halnya dengan vaksin DPT-HB-Hib 1,” sebut Jumardi.

 

Begitu juga dengan jenis vaksin PCV 1, seharusnya vaksin tersebut sudah saatnya diberikan untuk Bayi usia 2 bulan. Tetapi, Jumardi mengaku pada saat jadwal imunisasi ke Posyandu pada Selasa (11/3/2025) tidak dapat juga dengan alasan dari petugas Posyandu, Vaksin lagi kosong sudah beberapa bulan.

 

Jumardi menyayangkan kekosongan vaksin BCG, POLIO TETES 1, Ia khawatir kondisi tersebut akan berlarut-larut dan akan memunculkan berbagai macam wabah penyakit bagi bayi di bawah usia satu tahun.

 

“Kalau stok habis, yang dirugikan anak-anak. Paling kita takutkan terjadinya lonjakan kasus yang sebenarnya bisa dihindari dengan pemberian vaksin seperti difteri, campak, tetanus, dan hepatitis B,” ujarnya.

 

Dia menyebut selain berimbas pada kesehatan bayi, kelangkaan vaksin BCG dan Lain – lain,juga akan mengacaukan jadwal imunisasi lantaran adanya penundaan imuninasi. “Ini akan jadi hambatan karena BCG bagi imunisasi bayi itu sangat penting. Seharusnya ini tidak terjadi karena seharusnya bisa diantisipasi oleh pemerintah,” ungkapnya

 

 

Menurut, petugas Posyandu di Desa Tanarigella, Kec Bua, yang tidak ingin di sebutkan namanya, menyampaikan bahwa sudah beberapa bulan vaksin imunisasi kosong. Vaksin tersebut disalurkan melalui Dinkes Kabupaten Luwu.

 

Petugas tersebut pun merasa kurang enak sama warga karena tidak menyanggupi ketersediaan kebutuhan vaksin. Sementara kegiatan imunisasi harus tetap dilaksanakan.

 

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kab Luwu Dr Rosnawari saat di hubungi Via WA tidak memberi komentar apapun tentang persolan ini dengan alasan dia lagi rapat di makassar dan di arahkan ke Ibu Jumiati selaku penanggung jawab gudang dan farmasi. Namun sayangnya, Ibu Jumiati tidak merespon panggilan telpon via WA tersebut.

 

Diketahui, anak yang tidak menerima imunisasi akan rentan mengalami berbagai macam penyakit. Tetapi dengan melakukan imunisasi akan dapat mencegah berbagai penyakit seperti hepatitis, TBC, batuk rejan dan difteri. (Jas/igun)

banner 728x90
banner 728x90
banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *