BALIKPAPAN,-JASINFO- Global Fund (GF) Komponen Malaria dan WHO bersama dengan Seksi P2PM Dinkes Prov Kalimantan Timur menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Program Pilot Implementasi Pencegahan dan Pengendalian Malaria Pada Pekerja Migran di Wilayah Kalimantan Timur, pada tanggal 24-27 Mei 2023 di Hotel Swiss-Belhotel Balikpapan.
Kegiatan ini dihadiri sebanyak 48 peserta terdiri dari 3 Kabupaten ( PPU, Paser dan Kutai Barat ) , dari lintas Program baik dari Bidang Yankes dan Bidang SDK maupun Bidang P2PM Dinkes Provinsi Kaltim. Tujuan dari Kegiatan ini yakni Menyelenggarakan program percontohan implementasi paket layanan malaria untuk Mobile Migrant Populations (MMPs) di perbatasan hutan di tiga kabupaten (Penajam Paser Utara, Paser dan Kutai Barat).
Dalam pertemuan ini dibuka oleh Bapak Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur DR.dr.H.Jaya Mualimin melalui Zoom Meeting. Dalam Sambutannya mengatakan bahwa Malaria masih merupakan masalah penting di Indonesia dan khususnya di Kalimantan Timur, bukan hanya masalah kesehatannya saja, tetapi juga dampaknya terhadap masalah sosial ekonomi. Kita semua menyadari penyakit Malaria merupakan salah satu penyakit re-emerging yang masih menjadi ancaman masyarakat, terkait masih tingginya angka kesakitan dan angka kematian pada usia produktif akibat malaria. Bahkan penyakit malaria juga berpengaruh pada kualitas kesehatan bayi, anak balita dan ibu hamil.
Merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi kita semua, rencana
penyelenggaraan Peringatan Hari Malaria Sedunia di Provinsi Kalimantan Timur, yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2023 berlokasi di Titik Nol KM Ibukota Nusantara. Tema “Dengan Investasi, Inovasi, dan Implementasi, Kita Capai Indonesia Bebas Malaria” mengandung tekad untuk melakukan inovasiinovasi dalam percepatan eliminasi malaria di Tanah Air, sehingga masyarakat akan terbebas dari penyakit malaria. Dengan demikian tercipta masyarakat yang lebih sehat dan dapat lebih produktif, karena kesehatan merupakan hak asasi, sekaligus investasi. Oleh karena itu diharapkan bapak/ibu peserta untuk dapat bersamasama mensukseskan kegiatan ini. Pada peringatan HMS nanti insyaAllah akan diserahkan sertifikat Eliminasi Malaria untuk Kab. Mahakam Ulu yang berarti sudah 50% wilayah Kalimantan Timur dinyatakan bebas dari malaria.
Disisi lain Kepala Bidang P2P Dinkes Prov Kaltim ” Setyo Budi Basuki ” Mengatakan bahwa Upaya yang telah dilakukan Dalam pencegahan dan pengendalian penyakit Malaria yaitu sudah melakukan pelatihan Mikroskopis malaria bagi petugas mikroskopis di semua Kab/Kota, Evaluasi Kemitraan Terkait tatalaksana kasus malaria dan melakukan pelatihan penyegaran Entomologi bagi petugas Dinas kesehatan dan Petugas Puskesmas.
Perlu diketahui Penularan malaria di 3 kabupaten tersebut terjadi di sekitar kawasan hutan Sotek, yang berasal dari aktivitas kelompok pekerja migran dengan mobilitas yang tinggi. (*Ahf)
















